Puisi Indah Muliati

Nuh Sang Penyelamat, pahatan pada kayu Nangka, karya Mansyur. “Bila kerusakan tak dapat ditolak, mesti ada yang tampil sebagai penyelamat. Membawa benih di gendongannya, untuk ditanam di tanah baru. Benih yang tumbuh. Dan, subur bersama harapan.”

 

UPIK ABU ATAU ROBIN HOODKAH?

 

Alif, Waw dan Ya

bukan benalu di dahan

pesakitan tanpa kesah

diibdal, dinaqli atau pun dihadzaf

Lelah tak singgah, dahaga pun ragu

 

Sebagai Upik Abu atau sebagai Robin Hood

berdiam di istana fi’il amar

tersungkur tanpa air mata

menari di lorong-lorong mudhara’ah

jatuh bangun di peraduan fi’il madhi

atau pun lelap di gubuk lain

 

Alif, Waw dan Ya

kadang pingsan di pengasingan

jika lahir dari rahim lam

atau justru bangunkan mimpi

seperti alif tasniah, waw jama’ atau ya muannasah

 

Alif, Waw dan Ya

sang pesakitan menyadap makna

redup menggamit, lengan angkuh sang waktu

merangkum gulita

kemudian membakar ke sudut masa.

 

Indah Muliati. Dosen di Jurusan Ilmu Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (UNP). Menulis puisi sejak lama. Tapi enggan mempublikasikannya secara luas. Ia dapat dihubungi via email: indahmuliati1979@gmail.com

 

Kami menerima kiriman tulisan berupa opini, resensi buku, cerpen dan puisi dengan tema pendidikan, ke-Islaman, dan ke-Indonesiaan. Tulisan yang dimuat, sebisa mungkin, kami sediakan apresiasi terbaik. Tulisan dikirim ke email: papkiskemenagbel@gmail.com.

 

Komentar

Subscribe
Notify of
guest
2 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Hasbullah Akbar
Hasbullah Akbar
1 month ago

Rasenye aq mantul nyube ngeresapek e. Dak sampai perasaan saye.

Daniel
Daniel
1 month ago

Muannasah…?