BERHASIL MEMPERTAHANKAN TESISNYA, INI HASIL RISET KASI PAPKIS KEMENAG BELTIM

H. Isral, S.HI., M.M., (kedua dari kanan) setelah Sidang Komprehensif Tesis di Univ. Pertiba (Foto: Istimewa).

Manggar, papkis-kemenagbeltim.id, Kasi Papkis Kantor Kemenag Beltim, H. Isral, S.HI., berhasil mempertahankan tesis S2-nya dalam Sidang Komprehensif Tesis Program Magister Manajemen Universitas Pertiba. Sidang yang digelar pada Sabtu (5/8/2023) lalu itu dipimpin oleh Dr. Hamdan, S.Pd., M.M. selaku Ketua Tim Penguji dan Dr. Juhari, SE., M.M., serta Dr. Wargianto, SE., M.M. masing-masing sebagai Anggota Tim Penguji.

Tesis berjudul Pengaruh Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab, dan Keteladan terhadap Kinerja PNS di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung Timur itu dipaparkan secara singkat oleh H. Isral pada sesi pertama sidang yang digelar secara tertutup.

“Judul ini berangkat dari latar belakang sebuah fenomena yang menuntut dilakukannya penelitian,” katanya mengawali pemaparan. Fenomena tersebut, sambungnya, adalah rendahnya kinerja PNS yang memiliki peran penting dan strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Banyak hal sebetulnya yang dapat meningkatkan kinerja PNS, di antaranya adalah budaya organisasi yang darinya diturunkan budaya kerja.

Budaya kerja di Kementerian Agama terdiri atas lima nilai dasar yaitu integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan. Meskipun kelima budaya kerja tersebut telah diterapkan di Kantor Kemenag Belitung Timur, menurut pengamatan H. Isral, ternyata masih ditemukan beberapa hal yang menuntut perhatian serius guna peningkatan kinerja PNS seperti membolos; datang dan pulang kerja tidak tepat waktu; tidak berada di tempat kerja pada jam kerja; minimnya inovasi dalam bekerja; enggan mengakui kesalahan; dan terjerumus pada perbuatan yang kurang baik. Temuan ini tentu berbanding terbalik dengan upaya yang telah dilakukan selama ini untuk meningkatkan kualitas kerja PNS di antaranya memberikan pendidikan dan pelatihan secara berkala, melakukan pengawasan, memberikan tunjangan dan aneka model pembinaan lainnya.

“Lalu, bagaimana pengaruh kelima variabel tersebut terhadap kinerja?” katanya mengajukan pertanyaan penelitian.

H. Isral kemudian, imbuhnya, menyebar kuesioner kepada 67 orang PNS sebagai populasi sekaligus sampel di Kantor Kemenag Belitung Timur guna menjawab pertanyaan penelitian tersebut. Sehingga didapat hasil sebagai berikut. Secara simultan atau serentak, integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja PNS di Kantor Kemenag Belitung Timur. Begitu pula secara parsial atau sendiri-sendiri, kelima variabel X tersebut berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja (variabel Y) PNS di Kantor Kemenag Belitung Timur.

Ditanya penguji soal variabel yang paling dominan, H. Isral menjelaskan bahwa profesionalitas merupakan variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap kinerja. Lalu diikuti oleh integritas, tanggung jawab, inovasi, dan keteladanan.

“Temuan ini memberi pesan kepada pengambil kebijakan di Kantor Kemenag Belitung Timur bahwa untuk meningkatkan kinerja PNS dengan Lima Nilai Budaya Kerja harus berfokus dan memberi porsi lebih besar kepada profesionalitas terlebih dahulu. Baru kemudian integritas, tanggung jawab, inovasi, dan keteladanan,” terangnya.  

Dikatakannya pula kelima variabel X tersebut memberi sumbangan cukup besar terhadap kinerja PNS di Kantor Kemenag Belitung Timur yakni sebesar 75,8%. Sisanya, 24,2% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti olehnya.

Dr. Hamdan akhirnya menutup sidang yang berlangsung selama 90 menit tersebut, “Saudara Isral dinyatakan lulus dengan nilai Sangat Baik. Dan berhak menyandang gelar Magister Manajemen,” pungkasnya. (irl/papkis)

Komentar

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments